Al Qiyadah “Taubat”
Sial bener, tokoh sempalan bermulut besar itu langsung tobat, padahal baru di sel beberapa hari. Dasar Mushaddeq tukang ngibul, bangsat. Ngaku-ngaku rasul, ngaku dapet wahyu, lalu mungkin kena tempeleng sekali oleh satreskrim polda, langsung terampun-ampun. Goblog.
Dia menjadi mahluk paling hina di dunia dan, mungkin, akhirat. Nasibnya begitu sial secara diametral dibanding “calon asy-syahid” imam samudra atau amrozi. Sama-sama mengusung Islam. Tetapi yang satu asli, yang lainnya palsu.
Sial. Padahal secara teoretis, argumen-argumen yang dia omongin cukup logis. Gue nyaris terpengaruh oleh kerangka teorinya, betapapun doktrin-doktrinnya mengandung sejumlah kelemahan. Gue pikir waktu itu, andai dia dan gue ketemu langsung maka mungkin dia akan bisa menutupi lobang-lobang argumentasinya.
Ternyata keburu ketangkep, dan langsung “taubat” ketakutan. Masak “rasul” se cemen itu tindakannya. Boro-boro hijrah dan perang badar. Sama miniatur Abulahab aja ketakutan. Anjing! Najis!
