Menurut seorang peneliti sosial, poldur ternyata tidak semata dibuat untuk keamanan jalan, khususnya keselamatan kanak-kanak yang berumah di pinggir jalan. Poldur dibuat lebih karena kecemburuan. Karena pembuat poldur merasa berhak menyakiti pengendara yang membrisiki rumahnya. Poldur dibuat dengan tujuan agar pengendara merasa jera dan karenanya memilih jalan lain.
Juni 20, 2007
Juni 5, 2007
sebuah tinjauan tentang Sunnah
di-posting oleh : Iftitah Axa Qauniah
Muhammad, sang Avatar*
sebuah tinjauan tentang Sunnah
pengantar
“Aku mewariskan dua hal, yang bila keduanya kalian ikuti maka kedua hal itu akan menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Kedua hal itu adalah Al Quran dan Sunnah,” kata Baginda Rasulullah menjelang kemangkatan beliau.
Entah mengapa, istilah Sunnah kini diartikan sebagai sesuatu yang bila dikerjakan mendapat pahala, bila tidak dikerjakan ya tidak apa-apa.
Lalu bagaimana dengan sholat, misalnya? Al Quran tidak merinci bagaimana tata-cara sholat, ruku’, i’tidal, sujud, dan sebagainya. Sunnah-lah yang menjelaskan rincian itu.
Pertanyaannya, apakah melakukan tatacara sholat sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW itu hukumnya “bila tidak dilakukan ya tidak apa-apa”?