Saat penyerahan award Federasi Teater Indonesia, di Teater Studio, TIM Jakarta, Rabu (9/1), sang Presiden BBM, Si Butet Yogya, membacakan sebuah cerpen.
“Kematian Paman Gober ditunggu-tunggu semua bebek. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang mereka ingin ketahui hanya satu hal: Apakah hari ini Paman Gober sudah mati. (lagi…)