Setelah sekian puluh tahun melakukan, akhirnya shalat menjadi lebih mudah. Kuncinya sederhana: Pastikan kita ingat bahwa kita sedang berhadapan dengan Dia. Dan Dia tidak berada jauh di Mekah – atau di ujung langit sana. Melainkan di sini – di tempat terdekat yang bisa kita bayangkan. Sadari bahwa Dia melihat dan mendengar shalat kita. (lagi…)
Januari 9, 2008
November 13, 2007
Al Qiyadah “Taubat”
Al Qiyadah “Taubat”
Sial bener, tokoh sempalan bermulut besar itu langsung tobat, padahal baru di sel beberapa hari. Dasar Mushaddeq tukang ngibul, bangsat. Ngaku-ngaku rasul, ngaku dapet wahyu, lalu mungkin kena tempeleng sekali oleh satreskrim polda, langsung terampun-ampun. Goblog.
Dia menjadi mahluk paling hina di dunia dan, mungkin, akhirat. Nasibnya begitu sial secara diametral dibanding “calon asy-syahid” imam samudra atau amrozi. Sama-sama mengusung Islam. Tetapi yang satu asli, yang lainnya palsu.
Sial. Padahal secara teoretis, argumen-argumen yang dia omongin cukup logis. Gue nyaris terpengaruh oleh kerangka teorinya, betapapun doktrin-doktrinnya mengandung sejumlah kelemahan. Gue pikir waktu itu, andai dia dan gue ketemu langsung maka mungkin dia akan bisa menutupi lobang-lobang argumentasinya.
Ternyata keburu ketangkep, dan langsung “taubat” ketakutan. Masak “rasul” se cemen itu tindakannya. Boro-boro hijrah dan perang badar. Sama miniatur Abulahab aja ketakutan. Anjing! Najis!
Juni 20, 2007
Juni 5, 2007
Mei 8, 2007
memperingati hari pendidikan nasional
Belajar Itu
Hukumnya Wajib ?
Perspektif
Belajar adalah suatu kegiatan yang penting, bahkan teramat penting. Seperti kata mutiara, manusia seyogyanya senantiasa belajar sejak dalam kandungan hingga ke liang lahat.
Tetapi untuk memasukkan kegiatan belajar menjadi sebuah kewajiban, itu adalah soal lain. Wajib adalah sebuah kosa kata yang kurang lebih maknanya adalah sesuatu yang bila dikerjakan maka orang yang mengerjakannya mendapat pahala namun bila tidak dilakukan maka orang tersebut berdosa.
Padahal dalam term pendidikan di Indonesia, belajar tidak ada hubungannya dengan pahala dan dosa. Belajar adalah suatu kegiatan yang utama, penting, dan berharga. Tetapi tidak wajib. (lagi…)
Maret 28, 2007
mengapa bencana tak kunjung henti
Dai kondang KH Zaenuddin MZ berpendapat, berbagai bencana alam yang menerpa bangsa Indonesia terjadi karena ulah manusianya yang tak lagi menjadi rahmat bagi alam. Dengan kata lain, alam sekarang ini tidak lagi ramah kepada manusia karena manusia itu sendiri juga tidak mau ramah kepada alam di sekitarnya.”
Ia menjelaskan, dari perspektif agama, alam tidaklah berdiri sendiri. Tidak ada bencana yang terjadi dengan serta-merta begitu saja. (lagi…)