jedi

Januari 9, 2008

shalat yang lebih mudah

Diarsipkan di bawah: diskursus, selebaran — xatryajedi @ 12:53 pm
Tags: ,

shalat.jpg

Setelah sekian puluh tahun melakukan, akhirnya shalat menjadi lebih mudah. Kuncinya sederhana: Pastikan kita ingat bahwa kita sedang berhadapan dengan Dia. Dan Dia tidak berada jauh di Mekah – atau di ujung langit sana. Melainkan di sini – di tempat terdekat yang bisa kita bayangkan. Sadari bahwa Dia melihat dan mendengar shalat kita. (lagi…)

November 13, 2007

rating palsu

Diarsipkan di bawah: artikel, diskursus, selebaran — xatryajedi @ 1:02 pm

!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

sinetron_asyik_icon.jpg

sumber: Steven Sterk

Saya termotivasi melihat begitu banyaknya pekerja televisi yang sangat gigih dalam pekerjaan mereka, namun mereka tidak mengetahui bahwa selama ini mereka tidak mengejar apapun melainkan hanya rating palsu. Saya menjadi tidak tega melihat jahatnya skandal dan penipuan yang dilakukan orang- orang di dalam Nielsen Media Research Indonesia. (lagi…)

Al Qiyadah “Taubat”

Diarsipkan di bawah: diskursus — xatryajedi @ 12:36 pm

Al Qiyadah “Taubat”

Sial bener, tokoh sempalan bermulut besar itu langsung tobat, padahal baru di sel beberapa hari. Dasar Mushaddeq tukang ngibul, bangsat. Ngaku-ngaku rasul, ngaku dapet wahyu, lalu mungkin kena tempeleng sekali oleh satreskrim polda, langsung terampun-ampun. Goblog.

Dia menjadi mahluk paling hina di dunia dan, mungkin, akhirat. Nasibnya begitu sial secara diametral dibanding “calon asy-syahid” imam samudra atau amrozi. Sama-sama mengusung Islam. Tetapi yang satu asli, yang lainnya palsu.

Sial. Padahal secara teoretis, argumen-argumen yang dia omongin cukup logis. Gue nyaris terpengaruh oleh kerangka teorinya, betapapun doktrin-doktrinnya mengandung sejumlah kelemahan. Gue pikir waktu itu, andai dia dan gue ketemu langsung maka mungkin dia akan bisa menutupi lobang-lobang argumentasinya.

Ternyata keburu ketangkep, dan langsung “taubat” ketakutan. Masak “rasul” se cemen itu tindakannya. Boro-boro hijrah dan perang badar. Sama miniatur Abulahab aja ketakutan. Anjing! Najis!

anjing-budug.jpg

Juni 20, 2007

Polisi Tidur buat Siapa ?

Diarsipkan di bawah: diskursus, lewatin aja, selebaran — xatryajedi @ 1:29 pm

hoi-an-family-on-motorbike.jpg

Menurut seorang peneliti sosial, poldur ternyata tidak semata dibuat untuk keamanan jalan, khususnya keselamatan kanak-kanak yang berumah di pinggir jalan. Poldur dibuat lebih karena kecemburuan. Karena pembuat poldur merasa berhak menyakiti pengendara yang membrisiki rumahnya. Poldur dibuat dengan tujuan agar pengendara merasa jera dan karenanya memilih jalan lain.

(lagi…)

Juni 5, 2007

sebuah tinjauan tentang Sunnah

Diarsipkan di bawah: diskursus, selebaran — xatryajedi @ 12:55 pm

ilustrasi-avatar.jpg

di-posting oleh : Iftitah Axa Qauniah


Muhammad, sang Avatar*

sebuah tinjauan tentang Sunnah

pengantar

“Aku mewariskan dua hal, yang bila kedu­anya kalian ikuti maka kedua hal itu akan menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ke­dua hal itu adalah Al Quran dan Sunnah,” kata Baginda Rasulullah menjelang kemangkatan be­liau.

Entah mengapa, istilah Sunnah kini diartikan sebagai sesuatu yang bila dikerjakan mendapat pahala, bila tidak dikerjakan ya tidak apa-apa.

Lalu bagaimana dengan sholat, misalnya? Al Quran tidak merinci bagaimana tata-cara sholat, ruku’, i’tidal, sujud, dan sebagainya. Sunnah-lah yang menjelaskan rincian itu.

Pertanyaannya, apakah melakukan tatacara sholat sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW itu hukumnya “bila tidak dilakukan ya tidak apa-apa”?

 

(lagi…)

Mei 8, 2007

memperingati hari pendidikan nasional

Diarsipkan di bawah: diskursus — xatryajedi @ 9:39 am

dsc04927.jpg

Belajar Itu

Hukumnya Wajib ?

Perspektif

Belajar adalah suatu kegiatan yang penting, bahkan teramat penting. Seperti kata mutiara, manusia seyogyanya senantiasa belajar sejak dalam kandungan hingga ke liang lahat.

Tetapi untuk memasukkan kegiatan belajar menjadi sebuah kewajiban, itu adalah soal lain. Wajib adalah sebuah kosa kata yang kurang lebih maknanya adalah sesuatu yang bila dikerjakan maka orang yang mengerjakannya mendapat pahala namun bila tidak dilakukan maka orang tersebut berdosa.

Padahal dalam term pendidikan di Indonesia, belajar tidak ada hubungannya dengan pahala dan dosa. Belajar adalah suatu kegiatan yang utama, penting, dan berharga. Tetapi tidak wajib. (lagi…)

Maret 28, 2007

mengapa bencana tak kunjung henti

Diarsipkan di bawah: diskursus — xatryajedi @ 5:30 am

Dai kondang KH Zaenuddin MZ berpendapat, berbagai bencana alam yang menerpa bangsa Indonesia terjadi karena ulah manusianya yang tak lagi menjadi rahmat bagi alam. Dengan kata lain, alam sekarang ini tidak lagi ramah kepada manusia karena manusia itu sendiri juga tidak mau ramah kepada alam di sekitarnya.”
Ia menjelaskan, dari perspektif agama, alam tidaklah berdiri sendiri. Tidak ada bencana yang terjadi dengan serta-merta begitu saja. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.