Setelah sekian puluh tahun melakukan, akhirnya shalat menjadi lebih mudah. Kuncinya sederhana: Pastikan kita ingat bahwa kita sedang berhadapan dengan Dia. Dan Dia tidak berada jauh di Mekah – atau di ujung langit sana. Melainkan di sini – di tempat terdekat yang bisa kita bayangkan. Sadari bahwa Dia melihat dan mendengar shalat kita. (lagi…)
Januari 9, 2008
November 13, 2007
rating palsu
!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
sumber: Steven Sterk
Saya termotivasi melihat begitu banyaknya pekerja televisi yang sangat gigih dalam pekerjaan mereka, namun mereka tidak mengetahui bahwa selama ini mereka tidak mengejar apapun melainkan hanya rating palsu. Saya menjadi tidak tega melihat jahatnya skandal dan penipuan yang dilakukan orang- orang di dalam Nielsen Media Research Indonesia. (lagi…)
Juni 20, 2007
Polisi Tidur buat Siapa ?
Menurut seorang peneliti sosial, poldur ternyata tidak semata dibuat untuk keamanan jalan, khususnya keselamatan kanak-kanak yang berumah di pinggir jalan. Poldur dibuat lebih karena kecemburuan. Karena pembuat poldur merasa berhak menyakiti pengendara yang membrisiki rumahnya. Poldur dibuat dengan tujuan agar pengendara merasa jera dan karenanya memilih jalan lain.
Juni 5, 2007
sebuah tinjauan tentang Sunnah
di-posting oleh : Iftitah Axa Qauniah
Muhammad, sang Avatar*
sebuah tinjauan tentang Sunnah
pengantar
“Aku mewariskan dua hal, yang bila keduanya kalian ikuti maka kedua hal itu akan menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Kedua hal itu adalah Al Quran dan Sunnah,” kata Baginda Rasulullah menjelang kemangkatan beliau.
Entah mengapa, istilah Sunnah kini diartikan sebagai sesuatu yang bila dikerjakan mendapat pahala, bila tidak dikerjakan ya tidak apa-apa.
Lalu bagaimana dengan sholat, misalnya? Al Quran tidak merinci bagaimana tata-cara sholat, ruku’, i’tidal, sujud, dan sebagainya. Sunnah-lah yang menjelaskan rincian itu.
Pertanyaannya, apakah melakukan tatacara sholat sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW itu hukumnya “bila tidak dilakukan ya tidak apa-apa”?
Mei 21, 2007
dinamika insan
profil sebuah harokah
Di sudut kamar kerja saya yang hanya merupakan hamparan karpet usang, tergeletak seberkas dokumen menarik. Saya salin dan ringkas seperlunya, begini.
Dibandingkan dengan peradaban muslim di jaman Rasulullah SAW dan Khulafaur-Rasyidin yang berkembang hingga abad sebelas, peradaban muslim setelah itu terus-menerus mengalami kemunduran hingga saat ini.
Kenyataannya, kita tak dapat kembali ke masa lalu karena hal semacam itu hanya terjadi di dunia fiksi. (lagi…)
April 25, 2007
wasiat syaikh Akhmad
Suatu kali saya berjumpa seorang anak yang menyerahkan secarik kertas kepada saya dan mendesak saya untuk membacanya. Isinya sebagai berikut.
Berita ini datang dari Syech Achmad di Saudi Arabia
Aku bersumpah atas nama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Wasiat untuk umat islam dari Syech Achmad, seorang penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah Masjid Nabawi Saudi Arabia. Pada malam tatkala hamba membaca Al-Qur’an di makam Rasulullah SAW dan sempat tertidur hamba bermimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW dan beliau berkata “Didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan tersebut tidak ada seorang pun yang mati beriman, dikarenakan: (lagi…)
Maret 28, 2007
bagian paling menarik dari DaVinci Code
“Siapa yang dapat mengatakan padaku, ini nomor apa?”
Seorang pemuda berkaki panjang dari jurusan matematika, mengangkat
tangannya dari belakang. “Itu angka PHI.” Dia melafalnya. fi
“Bagus, Stettner,” ujar Langdon. “Semuanya, kenalkan ini PHI.”
“Jangan dicampuradukkan dengan PI,” tambah Stettner sambil menyeringai. “Kami, mahasiswa matematika, senang mengatakan PHI merupakan satu H yang jauh lebih keren dari-pada satu PI.”
Langdon tertawa, namun tak seorang pun mengerti kelakar itu.
Stettner merosot dari duduknya.
“Angka PHI ini,” Langdon melanjutkan, “satu-koma-enam-satu-delapan, adalah angka sangat penting dalam seni. Siapa yang dapat mengatakan mengapa?”
Stettner mencoba untuk berkelakar. “Karena itu cantik.”
Semua orang tertawa. (lagi…)