jedi

Januari 9, 2008

shalat yang lebih mudah

Diarsipkan di bawah: diskursus, selebaran — xatryajedi @ 12:53 pm
Tags: ,

shalat.jpg

Setelah sekian puluh tahun melakukan, akhirnya shalat menjadi lebih mudah. Kuncinya sederhana: Pastikan kita ingat bahwa kita sedang berhadapan dengan Dia. Dan Dia tidak berada jauh di Mekah – atau di ujung langit sana. Melainkan di sini – di tempat terdekat yang bisa kita bayangkan. Sadari bahwa Dia melihat dan mendengar shalat kita. (lagi…)

November 13, 2007

rating palsu

Diarsipkan di bawah: artikel, diskursus, selebaran — xatryajedi @ 1:02 pm

!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

sinetron_asyik_icon.jpg

sumber: Steven Sterk

Saya termotivasi melihat begitu banyaknya pekerja televisi yang sangat gigih dalam pekerjaan mereka, namun mereka tidak mengetahui bahwa selama ini mereka tidak mengejar apapun melainkan hanya rating palsu. Saya menjadi tidak tega melihat jahatnya skandal dan penipuan yang dilakukan orang- orang di dalam Nielsen Media Research Indonesia. (lagi…)

Juni 20, 2007

Polisi Tidur buat Siapa ?

Diarsipkan di bawah: diskursus, lewatin aja, selebaran — xatryajedi @ 1:29 pm

hoi-an-family-on-motorbike.jpg

Menurut seorang peneliti sosial, poldur ternyata tidak semata dibuat untuk keamanan jalan, khususnya keselamatan kanak-kanak yang berumah di pinggir jalan. Poldur dibuat lebih karena kecemburuan. Karena pembuat poldur merasa berhak menyakiti pengendara yang membrisiki rumahnya. Poldur dibuat dengan tujuan agar pengendara merasa jera dan karenanya memilih jalan lain.

(lagi…)

Juni 5, 2007

sebuah tinjauan tentang Sunnah

Diarsipkan di bawah: diskursus, selebaran — xatryajedi @ 12:55 pm

ilustrasi-avatar.jpg

di-posting oleh : Iftitah Axa Qauniah


Muhammad, sang Avatar*

sebuah tinjauan tentang Sunnah

pengantar

“Aku mewariskan dua hal, yang bila kedu­anya kalian ikuti maka kedua hal itu akan menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ke­dua hal itu adalah Al Quran dan Sunnah,” kata Baginda Rasulullah menjelang kemangkatan be­liau.

Entah mengapa, istilah Sunnah kini diartikan sebagai sesuatu yang bila dikerjakan mendapat pahala, bila tidak dikerjakan ya tidak apa-apa.

Lalu bagaimana dengan sholat, misalnya? Al Quran tidak merinci bagaimana tata-cara sholat, ruku’, i’tidal, sujud, dan sebagainya. Sunnah-lah yang menjelaskan rincian itu.

Pertanyaannya, apakah melakukan tatacara sholat sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW itu hukumnya “bila tidak dilakukan ya tidak apa-apa”?

 

(lagi…)

Mei 21, 2007

dinamika insan

Diarsipkan di bawah: selebaran — xatryajedi @ 8:45 am

dsc04927.jpg

profil sebuah harokah

Di sudut kamar kerja saya yang hanya merupakan hamparan karpet usang, tergeletak seberkas dokumen menarik. Saya salin dan ringkas seperlunya, begini.

Dibandingkan dengan peradaban muslim di jaman Rasulullah SAW dan Khulafaur-Rasyidin yang berkembang hingga abad sebelas, peradaban muslim setelah itu terus-menerus mengalami kemunduran hingga saat ini.

Kenyataannya, kita tak dapat kembali ke masa lalu karena hal semacam itu hanya terjadi di dunia fiksi. (lagi…)

April 25, 2007

wasiat syaikh Akhmad

Diarsipkan di bawah: selebaran — xatryajedi @ 7:04 am

my fave instrmnt Suatu kali saya berjumpa seorang anak yang menyerahkan secarik kertas kepada saya dan mendesak saya untuk membacanya. Isinya sebagai berikut.

Berita ini datang dari Syech Achmad di Saudi Arabia

Aku bersumpah atas nama Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Wasiat untuk umat islam dari Syech Achmad, seorang penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah Masjid Nabawi Saudi Arabia. Pada malam tatkala hamba membaca Al-Qur’an di makam Rasulullah SAW dan sempat tertidur hamba bermimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW dan beliau berkata “Didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan tersebut tidak ada seorang pun yang mati beriman, dikarenakan: (lagi…)

Maret 28, 2007

bagian paling menarik dari DaVinci Code

Diarsipkan di bawah: selebaran — xatryajedi @ 6:16 am

tawon.jpg

“Siapa yang dapat mengatakan padaku, ini nomor apa?”
Seorang pemuda berkaki panjang dari jurusan matematika, mengangkat
tangannya dari belakang. “Itu angka PHI.” Dia melafalnya. fi
“Bagus, Stettner,” ujar Langdon. “Semuanya, kenalkan ini PHI.”
“Jangan dicampuradukkan dengan PI,” tambah Stettner sambil menyeringai. “Kami, mahasiswa matematika, senang mengatakan PHI merupakan satu H yang jauh lebih keren dari-pada satu PI.”
Langdon tertawa, namun tak seorang pun mengerti kelakar itu.
Stettner merosot dari duduknya.
“Angka PHI ini,” Langdon melanjutkan, “satu-koma-enam-satu-delapan, adalah angka sangat penting dalam seni. Siapa yang dapat mengatakan mengapa?”
Stettner mencoba untuk berkelakar. “Karena itu cantik.”
Semua orang tertawa. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.